Inovasi Digital UAD Bawa 'Ramalan Cuaca Akurat' ke Lahan dan Laut Parangtritis
TIMES Bondowoso/Tim program pengabdian masyarakat UAD (FOTO: Humas UAD for TIMES Indonesia)

Inovasi Digital UAD Bawa 'Ramalan Cuaca Akurat' ke Lahan dan Laut Parangtritis

Melalui program pengabdian masyarakat pada November 2025, UAD meluncurkan Lampu Lalu Lintas Cerdas (LTC) dan aplikasi BiruSmart, dua inovasi yang memvisualisasikan kondisi cuaca secara real-time.

TIMES Bondowoso,Minggu 16 November 2025, 18:21 WIB
196.9K
A
A. Tulung

YOGYAKARTADi tengah perubahan iklim yang makin ekstrem, petani dan nelayan Parangtritis akhirnya mendapat dukungan teknologi dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang mampu menyajikan informasi cuaca secara cepat dan presisi.

Terobosan ini menjadi angin segar bagi masyarakat pesisir yang selama ini bergantung pada intuisi saat menentukan waktu bertani maupun melaut.

Ketidakpastian cuaca masih menjadi momok bagi masyarakat pesisir Parangtritis, Bantul. Musim tanam yang tak lagi menentu dan kondisi laut yang cepat berubah membuat produktivitas menurun, bahkan kerap menimbulkan risiko keselamatan bagi para nelayan.

Situasi itulah yang mendorong UAD menghadirkan teknologi pemantau cuaca yang mudah diakses masyarakat. Melalui program pengabdian masyarakat pada November 2025, UAD meluncurkan Lampu Lalu Lintas Cerdas (LTC) dan aplikasi BiruSmart, dua inovasi yang memvisualisasikan kondisi cuaca secara real-time.

LTC menampung data dari berbagai sensor, mulai suhu, arah angin, kecepatan angin, curah hujan, hingga arus air. Semua informasi tersebut langsung tersinkronisasi dengan aplikasi BiruSmart yang dapat dibuka melalui ponsel Android.

Dengan cara ini, petani bisa memprediksi waktu tanam dan panen, sedangkan nelayan dapat menilai keamanan kondisi laut sebelum berangkat.

Menurut ketua tim, Dr. Choirul Fajri, teknologi ini hadir sebagai pendamping pengetahuan lokal masyarakat pesisir. “Kami ingin memberi data tambahan yang akurat, bukan menggantikan pengalaman lapangan para petani dan nelayan,” ujarnya, Minggu (16/11/2025)

Respons masyarakat terbilang antusias. Darwan, perwakilan petani, mengaku selama ini mereka sering salah membaca perubahan musim. “Dengan informasi yang lebih jelas, kami bisa merencanakan tanam lebih baik,” katanya.

Bagi nelayan, data gelombang dan angin menjadi fitur yang dinilai paling membantu. Sujita, salah satu tokoh nelayan, mengatakan teknologi ini membuat keputusan melaut jadi lebih aman. “Kami bisa tahu gambaran ombak lebih dulu. Itu sangat penting,” ucapnya.

Program ini dijalankan oleh tim lintas bidang dari UAD, meliputi komunikasi, hukum, informatika dan teknik elektro. Selain instalasi alat, masyarakat juga mendapat pelatihan digital marketing serta pemahaman regulasi agar kegiatan produksi dan distribusi lebih terlindungi.

Inisiatif ini merupakan bagian dari Program Transformasi Teknologi dan Inovasi (PTTI) 2025, hasil pendanaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi.

Jika berkelanjutan, program ini berpotensi menjadikan Parangtritis sebagai model ekonomi biru berbasis teknologi di Indonesia, menggabungkan peningkatan kesejahteraan, inklusi digital dan prinsip keberlanjutan. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:A. Tulung
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Bondowoso, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.