TIMES BONDOWOSO, JAKARTA – Harga emas yang dikutip dari laman resmi Sahabat Pegadaian, Minggu (1/2/2026), menunjukkan dua produk emas, yakni Galeri24 dan UBS, kompak mengalami penurunan sejak kemarin.
Harga jual emas Galeri24 kembali turun tajam menjadi Rp2.981.000 per gram, dari sebelumnya Rp3.171.000 per gram. Dengan demikian, harga emas Galeri24 tercatat merosot Rp190.000 per gram.
Penurunan serupa juga terjadi pada emas UBS. Harga emas UBS turun dari Rp3.186.000 per gram menjadi Rp2.996.000 per gram, atau melemah Rp190.000 per gram.
Untuk ketersediaan, emas Galeri24 dijual dalam berbagai pilihan berat, mulai 0,5 gram hingga 1.000 gram atau 1 kilogram. Sementara itu, emas UBS dipasarkan dengan kuantitas 0,5 gram hingga 500 gram.
Penurunan ini terjadi di tengah dinamika pasar emas global yang dipengaruhi sejumlah faktor ekonomi.
Emas selama ini dikenal sebagai salah satu instrumen investasi favorit masyarakat Indonesia karena dianggap tahan inflasi dan relatif aman saat kondisi ekonomi tidak stabil. Namun, harga emas tidak selalu bergerak naik. Dalam jangka pendek, fluktuasi harga bisa terjadi cukup tajam.
Salah satu faktor utama yang memengaruhi harga emas adalah pergerakan nilai tukar dolar AS. Ketika dolar menguat, harga emas cenderung tertekan karena emas diperdagangkan menggunakan mata uang tersebut di pasar internasional. Sebaliknya, pelemahan dolar kerap menjadi sentimen positif bagi harga emas.
Selain itu, kebijakan suku bunga bank sentral, khususnya Bank Sentral AS, juga berpengaruh besar. Kenaikan suku bunga membuat instrumen berbunga seperti deposito dan obligasi lebih menarik, sehingga minat terhadap emas menurun. Di sisi lain, saat suku bunga rendah, emas kembali dilirik sebagai aset lindung nilai.
Faktor inflasi dan stabilitas ekonomi global turut menentukan arah harga emas. Inflasi tinggi biasanya mendorong permintaan emas, sementara kondisi ekonomi yang stabil dan pasar saham yang menguat dapat menekan harga emas. Di luar itu, keseimbangan permintaan dan penawaran global—mulai dari industri perhiasan, bank sentral, hingga investor ritel—serta sentimen pasar dan pergerakan investor besar ikut membentuk tren harga. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Harga Emas di Pegadaian Turun Rp190 Ribu per Gram
| Pewarta | : Antara |
| Editor | : Wahyu Nurdiyanto |