Luasan Tanam Tembakau di Bondowoso Diprediksi Naik, Varietas Maesan dan Kasturi Masih Favorit
Tanam Raya Tembakau Bondowoso bersama sejumlah petani yang dihadiri Bupati Abd Hamid Wahid dan Ketua DPRD (FOTO: Moh Bahri/TIMES Indonesia)

Luasan Tanam Tembakau di Bondowoso Diprediksi Naik, Varietas Maesan dan Kasturi Masih Favorit

Memasuki musim tanam 2026, sejumlah petani di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, mulai melakukan penanaman tembakau.

TIMES Bondowoso,Kamis 21 Mei 2026, 20:18 WIB
1.2K
M
Moh Bahri

BondowosoMemasuki musim tanam 2026, sejumlah petani di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, mulai melakukan penanaman tembakau di lahan mereka. 

Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (DPC APTI) Bondowoso menggelar Tanam Raya Tembakau Bondowoso tahun 2026, di Desa Mengok Kecamatan Pujer, Kamis (21/5/2026). 

Kegiatan yang dihadiri Bupati Bondowoso Abd Hamid Wahid dan Ketua DPRD tersebut menjadi penanda dimulainya musim tanam. Petani berharap hasil panen tahun ini membawa keberkahan bagi para petani.

Ketua APTI Bondowoso, M Yazid mengatakan, tanam raya merupakan inisiatif para petani tembakau yang berharap musim tanam tahun ini berjalan sukses dengan harga jual yang baik.

“Gelar tanam raya tahun 2026 ini merupakan inisiatif DPC APTI Kabupaten Bondowoso. Berangkat dari harapan dan doa agar musim tanam 2026 ini sukses, barokah dan harga mahal. Semoga ada anugerah untuk petani tembakau,” ujarnya.

Menurut Yazid, luas tanam tembakau di Bondowoso tahun ini diperkirakan sama dengan tahun lalu, bahkan berpotensi meningkat hingga sekian persen. Prediksi tersebut didasarkan pada kondisi cuaca yang diperkirakan mengalami kemarau panjang namun tetap basah.

“Tahun lalu luasan tanam sekitar 8.500 hektar. Tahun ini bisa meningkat hingga lebih dari 9.000 hektar,” katanya.

Ia menjelaskan, Bondowoso selama ini dikenal memiliki dua jenis rajangan tembakau, yakni rajangan halus dan rajangan kasar. Rajangan halus identik dengan wilayah Wringin dan Pakem, sedangkan rajangan kasar banyak dikembangkan di wilayah Maesan.

Selain itu, terjadi perubahan tren varietas tembakau yang ditanam petani. Jika sebelumnya varietas Kasturi lebih banyak dijadikan tembakau krosok, tahun ini mulai banyak dirajang karena adanya permintaan industri rokok terhadap tembakau berkadar nikotin tinggi.

“Kalau dulu Kasturi biasanya dikrosok, sekarang mulai dirajang juga karena ada permintaan dari perusahaan yang membutuhkan kadar nikotin tinggi,” ungkapnya.

Sementara itu, varietas Maesan I dan Maesan II tetap menjadi andalan petani dengan model rajangan halus maupun kasar. Namun komposisi penanaman kini mulai berubah.

Menurutnya, tiga tahun lalu varietas Maesan II dan II mendominasi sekitar 80 persen, sementara Kasturi hanya 20 persen. Sekarang sudah fifty-fifty karena industri membutuhkan tembakau dengan kadar nikotin tinggi.

Ia menyebut kadar nikotin varietas Kasturi bisa mencapai angka 6%, sedangkan Maesan I dan Maesan II berada di kisaran 2% hingga 4%. Kondisi tersebut membuat Kasturi semakin diminati industri sebagai bahan campuran rokok.

“Dalam rokok itu ada pembagian campuran tembakau, ada filler, semi flavor dan full flavor. Kasturi masuk kategori semi dan full flavor yang membentuk cita rasa,” ungkapnya. 

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bondowoso, Mulyadi menjelaskan, luas tanam tembakau tahun lalu mencapai 8.424 hektar dan kemungkinan area tanam akan bertambah tahun ini. 

Menurutnya, untuk mempertahankan varietas Maesan I dan II, Dinas Pertanian akan memberikan bantuan pada para penangkar benih tembakau varietas tersebut. “Bantuannya nanti berupa benih Maesan I dan II,” katanya. 

Ia juga mengungkapkan, kebanyakan para petani tidak tahu mana bibit varietas Maesan I dan II, sehingga ketika hasil panen masuk pabrik, petani dianggap mengoplos. Padahal itu karena faktor ketidaktahuan saja. 

Menurutnya, Bupati Bondowoso nanti juga akan berkoordinasi dengan perusahaan tembakau agar produk petani lokal terserap dengan maksimal. 

Ia juga mengungkapkan, dalam pengembangan varietas lokal, petani mengeluhkan ketersediaan air.

“Kita sudah mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk bisa membantu ketersediaan air melalui program irigasi perpompaan maupun irigasi perpipaan,” pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Moh Bahri
|
Editor:Ferry Agusta Satrio

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Bondowoso, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.