TIMES BONDOWOSO – Menjelang Idul Fitri 1446 Hijriah, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Satgas Pangan Kabupaten Bondowoso melakukan sidak ke Pasar Induk, SPPBE, dan Gudang Bulog setempat untuk mengecek harga dan ketersediaan kebutuhan.
TPID dan Satgas Pangan juga mengecek ketersediaan minyak goreng khususnya Minyak Kita yang disubsidi pemerintah.
Satgas Pangan pun mengecek ketersediaan beras dan minyak goreng. Bahkan Satgas menuangkan minyak goreng ke alat ukur, untuk memastikan takarannya sesuai yakni 1 liter.
Ada dua merek minyak goreng di Gudang Bulog Bondowoso. Yakni Minyak Goreng Kita yang diproduksi oleh Bulog dan Minyak Kita yang disubsidi pemerintah. Setelah ditakar dua merek minyak goreng tersebut sesuai, yakni 1 liter.
Kepala Perum Bulog Bondowoso-Situbondo, Hesty Retno Kusumastuti menjelaskan, sebenarnya untuk minyak goreng Bulog punya 2 produk.
Pertama produk Minyak Goreng Kita dari Bulog, kemudian Minyak Kita yang disubsidi pemerintah.
Secara pasokan minyak sempat tersendat. Bulog baru dapat kemarin yang Minyak Kita. Sehingga saat operasi pasar tidak ada.
“Sehingga pada operasi pasar kemarin hanya membawa beras SPHP, karena belum dapat suplai tambahan minyak goreng,” jelas dia.
Harga untuk minyak produksi Bulog Rp 19 ribu per liter. Minyak Kita berdasarkan HET Rp 15.700, Bulog menjual Minyak Kita Rp 14.700. "Masih jauh dengan HET makanya habis kalau kita jual,” jelas dia. (*)
Pewarta | : Moh Bahri |
Editor | : Imadudin Muhammad |