Kemacetan Parah di Tanjung Priok Sejak 17 April, Sinergi Kawal BUMN: Tanda Positif Meningkatnya Ekspor Indonesia
TIMES Bondowoso/Kemacetan di jalur Tanjung Priok sejak 17 April 2025. (FOTO: Sinergi Kawal BUMN)

Kemacetan Parah di Tanjung Priok Sejak 17 April, Sinergi Kawal BUMN: Tanda Positif Meningkatnya Ekspor Indonesia

Kemacetan di jalur Tanjung Priok sejak 17 April 2025 disoroti sebagai dampak meningkatnya aktivitas ekspor. Sinergi Kawal BUMN menyebut situasi ini perlu dilihat dari sisi positif, sebagai bukti geliat ekonomi di tengah tekanan global.

TIMES Bondowoso,Senin 21 April 2025, 16:56 WIB
450.9K
R
Rochmat Shobirin

JAKARTAKemacetan parah yang terjadi sejak 17 April 2025 di jalur menuju dan dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, mengundang berbagai respons dari publik. Namun, di tengah keluhan dan kritik, Sinergi Kawal BUMN justru mengajak semua pihak untuk melihat fenomena ini dari sudut pandang yang lebih positif.

Kemacetan disebabkan oleh proses sandar tiga kapal ekspor yang mengalami penundaan (delay) di terminal NPCT1 (New Priok Container Terminal 1). Ketiganya melakukan aktivitas bongkar muat secara bersamaan, disertai arus petikemas yang masuk dan keluar terminal dalam jumlah besar. Akibatnya, terminal mengalami kepadatan, yang merembet ke ruas jalan di luar pelabuhan dan memicu kemacetan berkepanjangan.

Namun, menurut Sinergi Kawal BUMN, peristiwa ini bukan hanya sekadar persoalan lalu lintas. Di baliknya tersimpan indikasi menggembirakan: peningkatan ekspor barang ke luar negeri yang mencerminkan tumbuhnya aktivitas perdagangan dan industri nasional. Hal ini sangat berarti di tengah tekanan ekonomi global, khususnya akibat kebijakan tarif yang diterapkan Amerika Serikat terhadap Indonesia.

“Ini bukan sekadar kemacetan biasa, tapi momentum untuk mengapresiasi geliat ekspor yang meningkat. Ini berkah tersendiri bagi Indonesia di tengah situasi ekonomi yang tidak mudah,” ujar  Koordinator Perkumpulan Sinergi Kawal BUMN, Arief Rachman, Senin (21/4/2025).

Lebih lanjut, mereka menilai tidak bijak jika publik serta merta menyalahkan Pelindo II, operator pelabuhan, atas kemacetan ini. Pelindo disebut telah mengambil langkah-langkah konkret dan bertanggung jawab dalam mengatasi dampak kemacetan yang terjadi.

Beberapa kebijakan responsif yang telah dilakukan Pelindo II Regional Tanjung Priok antara lain Kompensasi biaya masuk pelabuhan bagi pengguna jasa, Optimalisasi area buffer untuk parkir truk kontainer, dan Distribusi makanan untuk sopir truk yang terdampak kemacetan.

Upaya-upaya tersebut menunjukkan komitmen Pelindo dalam menjaga kelancaran arus logistik sekaligus memberikan perhatian pada kenyamanan para pelaku logistik di lapangan.

Ke depan, Sinergi Kawal BUMN menilai bahwa solusi jangka panjang harus melibatkan koordinasi lintas sektor, termasuk Pemprov DKI Jakarta, Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan, Kementerian BUMN, serta Kepolisian RI dan stakeholder pelabuhan lainnya.

Mengingat akses jalan menuju Pelabuhan Internasional Tanjung Priok saat ini semakin sempit akibat berbagai proyek pembangunan, diperlukan perluasan jalur atau pelebaran akses strategis. Langkah ini dinilai krusial untuk mendukung kelancaran bongkar muat barang di pelabuhan yang menjadi tulang punggung logistik dan ekonomi nasional. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Rochmat Shobirin
|
Editor:Imadudin Muhammad

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Bondowoso, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.