Warga Gaza duduk di atas puing dan kendaraan yang hancur akibat serangan militer Israel pada 12 September 2025 lalu. (*)

Serangan Israel di Gaza Tewaskan 49 Warga, 6.000 Orang Mengungsi dalam Sehari

Sedikitnya 49 warga tewas dan lebih dari 6.000 orang kehilangan tempat tinggal setelah serangan udara menghantam berbagai bangunan, termasuk sekolah-sekolah yang dikelola PBB dan difungsikan sebagai tempat pengungsian.

TIMES Bondowoso,Minggu 14 September 2025, 08:56 WIB
462.1K
A
Antara

JAKARTAGaza kembali menjadi sasaran serangan intensif militer Israel, Sabtu (13/9/2025) waktu setempat.

Sedikitnya 49 warga tewas dan lebih dari 6.000 orang kehilangan tempat tinggal setelah serangan udara menghantam berbagai bangunan, termasuk sekolah-sekolah yang dikelola PBB dan difungsikan sebagai tempat pengungsian.

Secara keseluruhan, jumlah korban jiwa di Jalur Gaza pada hari itu mencapai 62 orang. Otoritas Pertahanan Sipil Palestina menyebut kondisi warga semakin memprihatinkan di tengah kepungan dan gempuran yang tak henti.

“Penduduk Gaza City kini hidup dalam situasi yang sangat sulit di bawah pengepungan dan bombardir yang terus berlanjut,” kata juru bicara lembaga tersebut, Mahmoud Basal.

Serangan Bertubi-tubi

Saksi mata menuturkan, jet tempur Israel melancarkan serangan hampir setiap 10–15 menit. Selebaran juga dijatuhkan dari udara, memperingatkan warga yang kelaparan dan ketakutan untuk meninggalkan rumah mereka.

Reporter Al Jazeera, Hani Mahmoud, melaporkan bahwa pola serangan ini tampak disengaja untuk memberikan tekanan maksimal pada wilayah padat pengungsi. Banyak keluarga kini terkonsentrasi di bagian barat kota.

Namun, tidak semua warga memilih pergi. Sebagian tetap bertahan, bahkan ada yang kembali ke Gaza City setelah gagal menemukan tempat layak di kamp al-Mawasi di selatan, yang disebut penuh sesak dan minim fasilitas.

900 Ribu Orang Masih Bertahan

Diperkirakan masih ada sekitar 900.000 penduduk yang tinggal di Gaza City.

Direktur Rumah Sakit al-Shifa, dr. Muhammad Abu Salmiya, menyebut sebagian warga bergerak dari timur ke barat kota, sementara hanya sedikit yang berhasil menyeberang ke selatan.

“Bahkan mereka yang berhasil pergi sering kali tidak menemukan tempat tinggal. Al-Mawasi sudah penuh, sementara Deir el-Balah juga terlalu padat,” ujarnya. Karena itu, banyak warga akhirnya kembali ke Gaza City meskipun ancaman serangan masih terus berlangsung.

Militer Israel mengklaim lebih dari 250.000 orang telah meninggalkan Gaza City. Namun, laporan di lapangan justru menunjukkan fenomena sebaliknya: arus pengungsi yang sempat pergi kini kembali karena tidak ada cukup ruang dan layanan dasar di tempat penampungan selatan. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Antara
|
Editor:Wahyu Nurdiyanto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Bondowoso, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.