Kemenkeu RI Dorong Pemerintah Daerah Raup Potensi PAD dari Sampah
TIMES Bondowoso/ILUSTRASI: Pengelolaan sampah bisa jadi potensi finansial bagi pemerintah daerah (FOTO: Dok. TIMES Indonesia)

Kemenkeu RI Dorong Pemerintah Daerah Raup Potensi PAD dari Sampah

Kementerian Keuangan RI (Kemenkeu RI) memaparkan sejumlah potensi dan peluang ekonomis yang bisa digarap pemerintah daerah dari pengelolaan sampah. Ini sebagai bagian dari upaya pemerintah pusat mendorong kemandirian fiskal daerah.

TIMES Bondowoso,Kamis 13 Februari 2025, 21:00 WIB
160.3K
A
Antara

JAKARTAKementerian Keuangan RI (Kemenkeu RI) memaparkan sejumlah potensi dan peluang ekonomis yang bisa digarap pemerintah daerah dari pengelolaan sampah. Ini sebagai bagian dari upaya pemerintah pusat mendorong kemandirian fiskal daerah.

"Di balik tantangan besar pengelolaan sampah, terdapat potensi besar yang bisa dimanfaatkan untuk kemandirian fiskal di daerah," kata Direktur Pelaksanaan Anggaran Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Tri Budhianto di Padang, Kamis (13*2*2025) seperti dikutip Antara.

Budhianto mengatakan apabila pemerintah daerah bijak dalam mengelola sampah maka bisa mengurangi tingkat ketergantungan dana transfer dari pemerintah pusat, dan menjadikan sampah sebagai peluang pendapatan asli daerah atau PAD.

Beberapa potensi yang dapat dimanfaatkan di antaranya menjadikan sampah sebagai sumber retribusi dan pajak lingkungan. Artinya, dengan menerapkan sistem retribusi sampah berbasis volume dan jenis sampah maka pemerintah daerah bisa meningkatkan PAD.

Kedua, masing-masing daerah juga bisa menjalankan atau mengembangkan industri daur ulang seperti plastik, kertas, logam hingga sampah organik menjadi pupuk kompos dan biogas. "Yang tidak kalah penting ialah industri daur ulang ini akan membuka lapangan kerja baru," ujarnya.

Langkah berikutnya ialah pemanfaatan teknologi waste to energy dengan cara menerapkan teknologi konversi sampah menggunakan insinerator dan sejenisnya. Langkah ini juga sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mengurangi penggunaan energi fosil.

Selain itu, pengelolaan sampah yang baik juga bisa mendorong kemandirian fiskal daerah lewat konsep ekowisata dan green business. Misalnya, kabupaten dan kota didorong membuat pusat edukasi pengelolaan sampah atau ekowisata berbasis lingkungan yang dapat menarik wisatawan maupun investor.

Di balik peluang atau potensi sampah tadi, Budhianto mengakui kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah di tanah air masih perlu lebih ditingkatkan. Apalagi, setiap harinya volume dan daya tampung sampah menjadi masalah serius di berbagai daerah.

"Ini akan menjadi tantangan bagi pemerintah daerah dalam menyediakan infrastruktur dan sistem pengelolaan sampah yang memadai," katanya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Antara
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Bondowoso, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.