Abdullah Ahmad Badawi Tutup Usia, Malaysia Berduka Kehilangan Negarawan Damai
Perdana Menteri Malaysia, Abdullah Ahmad Badawi. (FOTO: ANTARA)

Abdullah Ahmad Badawi Tutup Usia, Malaysia Berduka Kehilangan Negarawan Damai

Mantan Perdana Menteri Malaysia ke-5, Abdullah Ahmad Badawi, wafat pada usia 85 tahun. Dikenal dengan pendekatan Islam Hadhari dan kepemimpinan yang damai, Malaysia mengenangnya sebagai tokoh reformis dan negarawan besar.

TIMES Bondowoso,Selasa 15 April 2025, 06:55 WIB
466.1K
A
Antara

JAKARTAMalaysia berduka atas wafatnya Tun Abdullah Ahmad Badawi, mantan Perdana Menteri kelima, yang meninggal dunia pada Senin (15/4/2025) pukul 19.10 waktu setempat di Institut Jantung Negara, Kuala Lumpur. Ia berpulang dalam usia 85 tahun.

Kabar duka tersebut disampaikan oleh menantunya, Khairy Jamaluddin, melalui unggahan Instagram Story.

“Tun Abdullah Ahmad Badawi, Perdana Menteri Malaysia ke-5, telah kembali ke Rahmatullah pada pukul 7:10pm di Institut Jantung Negara, KL,” tulis Khairy.

Ia juga memanjatkan doa agar almarhum ditempatkan di kalangan orang-orang saleh dan dirahmati Allah SWT.

Kenangan Terakhir yang Menyentuh

Perdana Menteri Malaysia saat ini, Anwar Ibrahim, turut menyampaikan belasungkawa yang mendalam melalui akun X (Twitter) pribadinya. Ia mengaku amat tersentak mendengar kabar duka ini, mengingat hubungan personalnya dengan sosok yang akrab disapa Pak Lah.

“Ketika terakhir kali menjenguknya, kondisinya sangat memprihatinkan. Namun tatapan matanya masih memancarkan kasih sayang dan kedamaian yang tak pernah padam,” kenang Anwar.

Di tengah dunia politik yang keras, lanjut Anwar, Pak Lah adalah kekuatan yang menenangkan. “Beliau menerima saya dengan penuh kesantunan, meski kami sempat berada di kubu politik berbeda. Begitu agungnya jiwa seorang negarawan,” ungkapnya.

Warisan Reformasi dan Politik Santun

Pak Lah dikenang sebagai pemimpin yang membawa pendekatan baru dalam politik kekuasaan Malaysia melalui konsep Islam Hadhari—sebuah pendekatan moderat yang menjembatani nilai agama dan kemajuan pembangunan.

Di bawah pemerintahannya (2003–2009), Malaysia menjalani berbagai reformasi penting: dari peradilan yang lebih independen, transparansi pemerintahan, hingga partisipasi publik dan media yang lebih terbuka.

“Beliau membebaskan suara rakyat dan memperkuat kelembagaan negara. Rencana Malaysia Kesembilan yang beliau canangkan fokus pada pembangunan ekonomi, manusia, dan pedesaan,” ujar Anwar.

Negara Berkabung, Rakyat Kehilangan

Abdullah Ahmad Badawi, yang berasal dari Bayan Lepas, Penang, meninggalkan empat orang anak dan istri tercinta, Tun Jeanne Abdullah. Ia wafat setelah sekian lama berjuang dengan kondisi kesehatan yang menurun.

Anwar menutup pernyataannya dengan doa dan penghormatan penuh: “Malaysia berhutang budi atas jasa dan kebijaksanaan beliau. Semoga Allah SWT menempatkan arwah almarhum di sisi orang-orang yang saleh dan mengganjarnya dengan surga. Selamat jalan, Pak Lah.” (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Antara
|
Editor:Imadudin Muhammad

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Bondowoso, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.